• ABOUT
  • PARENTS GUIDE
  • SHARE YOUR STORY
  • FAQ
  • MEDIA MENTIONS
  • MAKE A DONATION
  • MORE

Logo

Gallery

Navigation
  • Home

Masa Depan Anak

By Melela.org | on August 3, 2023 | 0 Comment
Parents Guide

Foto: Gunawan Wibisono

MEMBAHAS MASA DEPAN ANAK:

Setiap orang tua tentu memikirkan masa depan anaknya, terlepas dari identitas seksual anak tersebut. Mereka ingin mengetahui bagaimana anak dapat mengembangkan potensinya, menjalani kehidupan yang baik, dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Ketika anak mengungkapkan identitasnya kepada Anda, kekhawatiran mengenai masa depannya mungkin akan semakin besar. Anda mungkin mulai memikirkan kemungkinan anak mengalami diskriminasi, menghadapi keterbatasan dalam pilihan pekerjaan, kesulitan membangun keluarga, atau berbagai pertanyaan lain yang belum siap Anda jawab.

Dalam situasi seperti ini, memahami LGBT merupakan salah satu langkah yang paling penting. Pengetahuan yang Anda peroleh akan membantu Anda memandang masa depan anak secara lebih utuh serta berdiskusi dengannya secara lebih tenang. Selain itu, mencari dukungan dari orang-orang yang Anda percaya juga dapat membantu Anda menjalani proses ini.

Semua langkah tersebut dapat memperluas pemahaman Anda dan membantu Anda merasa tidak sendirian. Namun, tidak ada satu pun langkah yang dapat mengendalikan masa depan anak Anda. Pada akhirnya, anak Andalah yang akan menentukan jalan hidupnya. Peran Anda adalah mendampingi mereka dengan kasih sayang, perhatian, dan nasihat yang bijaksana.

Teruslah membuka ruang komunikasi dan jangan berhenti mencari informasi yang dapat membantu Anda memahami berbagai kemungkinan masa depan yang dapat dijalani anak.

SAYA TIDAK PERNAH MEMBAYANGKAN ANAK SAYA AKAN SEPERTI INI.

Mungkin selama ini Anda membayangkan bahwa suatu hari anak Anda akan menempuh jurusan tertentu, berpenampilan dengan gaya tertentu, menikah, memiliki keluarga, dan membangun karier yang gemilang. Namun, kehidupan manusia jarang berjalan persis seperti yang dibayangkan. Masa depan hampir selalu menyimpan kemungkinan-kemungkinan yang tidak pernah kita duga.

Sering kali, ketika kita mulai beradaptasi dengan kenyataan yang baru, kita menyadari bahwa hidup memang dapat membawa kita ke arah yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan.

Bagi orang tua yang tidak memiliki pengalaman pribadi maupun kedekatan dengan komunitas LGBT, membayangkan kehidupan seorang anak LGBT memang tidak mudah. Terlebih jika Anda belum pernah mengenal teman atau kerabat yang merupakan bagian dari kelompok tersebut. Wajar jika bayangan mengenai masa depan anak masih terbatas pada pengalaman yang selama ini Anda kenal.

Semakin banyak Anda mengenal kehidupan LGBT secara langsung maupun melalui sumber-sumber yang dapat dipercaya, semakin banyak pula gambaran mengenai berbagai kemungkinan masa depan yang dapat dijalani anak Anda. Pengetahuan tersebut sering kali membantu mengurangi kekhawatiran yang muncul karena ketidakpastian.

Anda mungkin akan menemukan bahwa harapan dan impian banyak orang LGBT tidak jauh berbeda dengan harapan kebanyakan orang. Mereka juga ingin dicintai, memiliki hubungan yang sehat, berkarya, membangun karier, dan menjalani kehidupan yang bermakna. Membaca buku, menonton film dokumenter, atau berbicara dengan orang tua lain yang pernah melalui situasi serupa dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pemahaman tersebut.

Lakukan proses ini secara perlahan. Anda telah membangun gambaran tertentu mengenai masa depan anak selama bertahun-tahun. Karena itu, wajar jika Anda membutuhkan waktu untuk memahami kemungkinan-kemungkinan baru. Tidak ada tuntutan untuk memahami semuanya dalam semalam.

ANAK SAYA MENYATAKAN DIRINYA BISEKSUAL. APAKAH INI BERARTI IA TETAP DAPAT MENIKAH DAN MEMILIKI ANAK?

Jika anak Anda menyatakan dirinya sebagai seorang biseksual, artinya ia memiliki ketertarikan romantis, emosional, dan/atau seksual kepada lebih dari satu gender. Namun, bagaimana ketertarikan tersebut diwujudkan dalam kehidupan setiap orang dapat berbeda-beda.

Apakah hal ini berarti ia masih mungkin menikah dan memiliki anak? Mungkin saja. Namun, siapa yang kelak ia nikahi tidak mengubah identitasnya sebagai seorang biseksual. Ia tetap seorang biseksual, terlepas dari status hubungan atau siapa pasangan hidupnya.

Pernikahan merupakan komitmen untuk membangun hubungan yang setia dengan satu pasangan. Sebelum menikah, seseorang mungkin pernah memiliki ketertarikan kepada lebih dari satu orang. Setelah menikah, komitmen tersebut bukan berarti ketertarikan kepada orang lain tidak pernah ada, melainkan memilih untuk membangun kehidupan bersama satu pasangan. Analogi ini dapat membantu memahami pengalaman sebagian orang biseksual.

Namun demikian, penting diingat bahwa pengalaman setiap orang biseksual tidak sama. Ada yang lebih sering menjalin hubungan dengan laki-laki, ada yang lebih sering dengan perempuan, dan ada pula yang menjalin hubungan dengan orang dari gender yang berbeda pada fase kehidupan yang berbeda. Oleh karena itu, hindari menarik kesimpulan mengenai masa depan anak hanya berdasarkan identitas biseksualnya.

Apabila Anda berharap anak menikah dengan seseorang yang berbeda gender darinya, cobalah bertanya kepada diri sendiri mengapa harapan tersebut begitu penting bagi Anda. Renungkan pula sejauh mana harapan tersebut dapat memengaruhi kehidupan anak.

Harapan tersebut dapat muncul karena berbagai alasan, misalnya kekhawatiran terhadap keselamatan anak, kesulitan membayangkan masa depannya, atau keyakinan agama yang Anda anut. Apa pun alasannya, memahami sumber kekhawatiran Anda akan membantu Anda berdialog dengan anak secara lebih terbuka.

Seperti halnya siapa pun, anak Anda tidak memilih identitas seksualnya. Karena itu, meminta anak untuk mengubah identitasnya dapat menimbulkan rasa bersalah, kemarahan, atau membuatnya menjauh dari Anda. Alih-alih berusaha mengarahkan anak menuju kehidupan yang sesuai dengan harapan Anda, akan lebih bermanfaat jika Anda membangun hubungan yang dipenuhi rasa ingin tahu, kasih sayang, dan keterbukaan. Dengan bertanya dan berdiskusi, Anda dapat memahami pengalaman anak dengan lebih baik.

Jika suatu saat anak Anda menjalin hubungan dengan lawan jenis, hindari langsung menyimpulkan bahwa ia telah menjadi heteroseksual. Identitas seksual merupakan hal yang kompleks. Menarik kesimpulan hanya berdasarkan hubungan yang sedang dijalani seseorang dapat membuat anak merasa sebagian dari dirinya diabaikan atau tidak diakui.

Usahakan agar pertanyaan-pertanyaan Anda bertujuan memahami anak, bukan mencari jawaban yang sesuai dengan harapan Anda.

Jika masih ada hal yang belum Anda pahami, jangan ragu mengatakannya kepada anak. Sampaikan bahwa proses memahami identitasnya merupakan bagian dari usaha Anda menjadi orang tua yang lebih baik. Memahami identitas seksual memang membutuhkan waktu, dan Anda bersedia menjalani proses tersebut bersama anak.

APAKAH ANAK SAYA AKAN DIANGGAP ANEH? SAYA TIDAK INGIN MEREKA MENDAPATKAN DISKRIMINASI.

Diskriminasi sosial terjadi ketika anak Anda diperlakukan secara tidak adil atau dibuat merasa berbeda dan tidak setara di lingkungan sekitarnya karena identitasnya. Pengalaman tersebut dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental mereka. Sebagian anak menjadi lebih tertutup, menarik diri dari lingkungan, atau merasa perlu menyembunyikan identitasnya agar merasa lebih aman.

Salah satu cara terbaik untuk memahami situasi yang dihadapi anak adalah dengan menanyakan pengalaman mereka secara terbuka. Percakapan seperti ini dapat membantu Anda mengetahui apa yang pernah mereka alami, bagaimana perasaan mereka, dan bentuk perhatian seperti apa yang mereka butuhkan.

Percakapan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Anda untuk menyampaikan kekhawatiran sebagai orang tua. Jelaskan bahwa kekhawatiran Anda muncul karena Anda peduli terhadap kebahagiaan dan keselamatan mereka, bukan karena Anda ingin mengendalikan kehidupan mereka. Ketika anak memahami alasan di balik kekhawatiran Anda, mereka akan lebih mudah merasakan bahwa Anda sedang memberikan perhatian.

Daripada hanya mengingatkan mereka agar berhati-hati, cobalah bertanya lingkungan mana yang membuat mereka merasa paling nyaman dan lingkungan mana yang membuat mereka merasa tidak aman. Diskusikan pula bagaimana mereka ingin menghadapi situasi yang tidak menyenangkan dan bagaimana Anda akan bersikap jika hal tersebut terjadi. Membicarakan berbagai kemungkinan sebelum mengalaminya dapat membantu anak merasa lebih siap ketika menghadapi situasi tersebut.

Salah satu hal terpenting dalam menghadapi diskriminasi adalah menjaga ketenangan. Ketenangan akan membantu anak merasa lebih aman dan percaya diri. Semakin mereka dapat merasakan kasih sayang keluarga, semakin besar pula kemampuan mereka menghadapi situasi yang sulit.

Dorong anak untuk terus menceritakan pengalaman-pengalamannya kepada Anda. Pastikan mereka mengetahui bahwa Anda selalu siap mendengarkan dan mendampingi ketika mereka merasa dihakimi, diperlakukan tidak adil, atau mengalami intimidasi.

SAYA KHAWATIR ANAK SAYA TIDAK AKAN MEMILIKI KELUARGA DAN AKAN MENJALANI SISA HIDUPNYA SENDIRIAN.

Ketika anak Anda melela atau mengungkapkan identitasnya kepada Anda, belum tentu mereka telah memutuskan apakah ingin menikah atau tidak. Harapan, keinginan, dan bayangan seseorang mengenai pernikahan dapat berubah seiring berjalannya waktu.

Jika Anda khawatir identitas seksual anak akan memengaruhi kehidupan keluarganya di masa depan, ada tiga hal yang dapat menjadi fokus. Pertama, memahami bahwa makna keluarga dapat berbeda bagi setiap orang. Kedua, menyadari bahwa harapan orang tua tidak selalu sama dengan harapan dan kebutuhan anak. Ketiga, memahami bahwa faktor sosial, budaya, serta hukum juga dapat memengaruhi pilihan hidup seseorang.

Keluarga dibangun oleh orang-orang yang saling menyayangi dan saling mendukung. Bentuk keluarga pun beragam. Ada keluarga dengan ayah, ibu, dan anak, tetapi ada pula keluarga dengan orang tua tunggal, kakek atau nenek yang membesarkan cucu, orang tua angkat, maupun bentuk-bentuk keluarga lainnya.

Karena itu, anak Anda mungkin memiliki gambaran mengenai keluarga yang berbeda dengan gambaran yang Anda miliki. Perbedaan tersebut tidak selalu berarti salah satu di antaranya lebih baik. Langkah yang lebih bermanfaat adalah membuka ruang diskusi tanpa memaksakan anak untuk menerima pandangan yang sama dengan Anda.

Memaksakan harapan Anda mengenai bentuk keluarga dapat menjadi beban bagi anak. Sebaliknya, pastikan mereka mengetahui bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan mereka merupakan prioritas utama bagi Anda. Berikan ruang bagi mereka untuk membicarakan harapan dan rencana hidupnya tanpa merasa takut dihakimi.

Ketika anak merasa diterima, mereka akan lebih nyaman berbagi mengenai hubungan, rencana masa depan, maupun bentuk keluarga yang mereka impikan. Teruslah berdiskusi dan mengajukan pertanyaan dengan penuh rasa ingin tahu. Dengan demikian, Anda dapat memahami anak dengan lebih baik dan tetap menjadi bagian penting dalam setiap keputusan besar yang mereka ambil.

Sering kali, ketika orang tua berharap anaknya menikah, yang sebenarnya mereka harapkan adalah agar anaknya hidup bahagia. Kebahagiaan, bagaimanapun, dapat hadir dalam berbagai bentuk.

Berlatihlah menerima kemungkinan bahwa anak Anda dapat menemukan kebahagiaan melalui jalan yang berbeda dari yang selama ini Anda bayangkan. Dengan perhatian dan kasih sayang yang konsisten, anak akan lebih mudah memahami dirinya sendiri dan membangun kehidupan yang bermakna bagi dirinya.

APA KESIMPULAN TENTANG BAGAIMANA MENANGGAPI MASA DEPAN ANAK SAYA?

Bicarakan masa depan anak sesuai dengan kesiapan mereka. Ketika anak melela atau mengungkapkan identitasnya kepada Anda, belum tentu mereka sudah mengetahui seperti apa kehidupan yang ingin dijalani pada masa depan.

Pahami bahwa harapan dan rencana setiap orang dapat berubah seiring waktu, termasuk harapan Anda maupun harapan anak Anda.

Tanyakan apakah anak pernah mengalami diskriminasi atau perlakuan yang membuat mereka merasa tidak aman. Percakapan mengenai pengalaman sehari-hari akan membantu Anda memahami kebutuhan mereka sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi situasi yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Ingatlah bahwa setiap orang dapat memiliki pemahaman yang berbeda mengenai keluarga. Jika anak memandang keluarga dengan cara yang berbeda dari Anda, bukan berarti mereka tidak dapat membangun kehidupan yang bahagia dan bermakna.

Yang terpenting, pastikan anak mengetahui bahwa kebahagiaan, keselamatan, dan kesejahteraan mereka adalah prioritas utama Anda. Sebagai orang tua, Anda mungkin tidak dapat menentukan seperti apa masa depan anak. Namun, Anda dapat menentukan seperti apa hubungan yang akan tetap Anda miliki dengan mereka ketika masa depan itu tiba.

Di bawah ini adalah beberapa bagian lain yang bisa Anda baca jika membutukan informasi lebih lanjut:

Ketika Anak Melela
Reaksi Pertama Orangtua
Membicarakan Anak Kepada Orang Lain
Menyikapi Kehidupan Pribadi Anak
Memahami Gender
Share this story:
  • tweet

Recent Posts

  • Jerry Gobel Mohon Doa Dari Orang-orang Terkasih

    June 9, 2026 - 0 Comment
  • Christine Evans Menolak Mereka yang Berbeda Dimarginalkan

    December 16, 2025 - 0 Comment
  • Ichwan Thoha Sempat Berpikir Bunuh Diri

    August 10, 2024 - 0 Comment

Author Description

Melela.org memberikan wadah pada insan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) dan non-LGBT untuk berbagi cerita, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat akan kelompok minoritas LGBT di Indonesia. Melela.org juga memiliki laman panduan orangtua yang menjawab pertanyaan awal ketika mengetahui anaknya berbeda. Halaman PARENTS GUIDE dapat ditemuka di beranda melela.org.

No Responses to “Masa Depan Anak”

Leave a Reply Cancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*
*

  • Populer
  • Terbaru
  • Pujian
  • Pemahaman Seksualitas yang Tepat Banyak Membantu Dimas ketika Melela

    December 8, 2015 - 20 Comments
  • Goenawan Mohamad: Catatan Seorang Ayah

    November 22, 2013 - 15 Comments
  • Kisah Melela Budi, Perwakilan Indonesia di Mr. Gay World 2017

    May 2, 2017 - 13 Comments
  • Hendri Yulius tentang, “The Art of Failure”

    November 25, 2015 - 11 Comments
  • Dr. Ryu Hasan, Sp.BS Ingin Semua Manusia Bahagia Menjadi Diri Sendiri

    February 13, 2014 - 10 Comments
  • Kisah Khrisna Siddharta

    March 15, 2014 - 9 Comments
  • Nurjanah, “LGBT Menyelamatkan Pendidikanku”

    February 4, 2016 - 6 Comments
  • Kunci Kebahagiaan dalam Hidup Tegar Ramadan

    January 2, 2016 - 4 Comments
  • Langkah Wisesa Mengejar Mimpi

    March 1, 2015 - 4 Comments
  • Mudahnya Kejujuran À La Paramita Mohamad

    November 15, 2013 - 3 Comments
  • Jerry Gobel Mohon Doa Dari Orang-orang Terkasih

    June 9, 2026 - 0 Comment
  • Christine Evans Menolak Mereka yang Berbeda Dimarginalkan

    December 16, 2025 - 0 Comment
  • Ichwan Thoha Sempat Berpikir Bunuh Diri

    August 10, 2024 - 0 Comment
  • Angela Ienes Mandiri Sejak Kecil

    December 7, 2023 - 2 Comments
  • Kisah Cinta Pertama Denny dan Memaafkan Keluarga

    October 30, 2023 - 0 Comment
  • Memahami Gender

    August 3, 2023 - 0 Comment
  • Menyikapi Kehidupan Pribadi Anak

    August 3, 2023 - 0 Comment
  • Reaksi Pertama Orangtua

    August 3, 2023 - 0 Comment
  • Ketika Anak Melela

    August 3, 2023 - 0 Comment
  • Membicarakan Anak Anda kepada Orang Lain

    June 21, 2023 - 0 Comment
  • Angela Ienes Mandiri Sejak Kecil

    Saya minta tolong perbanyak kisah dari sudut pandang...
    February 26, 2024 - L
  • Angela Ienes Mandiri Sejak Kecil

    Mamii orang yang strong dan penuh kebaikan miss u mami
    December 7, 2023 - Jia
  • Mudahnya Kejujuran À La Paramita Mohamad

    Kami juga senang kisah yang kami terbitkan membuat Janis senang...
    August 4, 2023 - Melela.org
  • Mudahnya Kejujuran À La Paramita Mohamad

    saya rasa GM akan lebih bahagia jika punya cucu, lalu meninang-nimang...
    August 23, 2021 - kawe
  • Polin Impola Gemar Digoda

    Hi Kepo, terima kasih atas pertanyaannya. Rio Damar adalah penggagas...
    May 19, 2021 - Melela.org

Archives

Artikel Populer

  • Pemahaman Seksualitas yang Tepat Banyak Membantu Dimas ketika Melela

    December 8, 2015 - 20 Comments
  • Goenawan Mohamad: Catatan Seorang Ayah

    November 22, 2013 - 15 Comments
  • Kisah Melela Budi, Perwakilan Indonesia di Mr. Gay World 2017

    May 2, 2017 - 13 Comments
  • Hendri Yulius tentang, “The Art of Failure”

    November 25, 2015 - 11 Comments
  • Dr. Ryu Hasan, Sp.BS Ingin Semua Manusia Bahagia Menjadi Diri Sendiri

    February 13, 2014 - 10 Comments

Kisah Terbaru

  • Jerry Gobel Mohon Doa Dari Orang-orang Terkasih June 9, 2026
  • Christine Evans Menolak Mereka yang Berbeda Dimarginalkan December 16, 2025
  • Ichwan Thoha Sempat Berpikir Bunuh Diri August 10, 2024
  • Angela Ienes Mandiri Sejak Kecil December 7, 2023
  • Kisah Cinta Pertama Denny dan Memaafkan Keluarga October 30, 2023

Archives

MAKE A DONATION

Dukungan Anda penting untuk memastikan kelangsungan berjalannya situs melela.org. Semakin bertambahnya cerita yang dikirimkan dan dimuat dalam melela.org, semakin besar pula biaya yang dibutuhkan untuk memastikan website ini tetap dapat diakses. Melela.org bergantung pada donasi yang diberikan pihak pribadi maupun institusi.

Berikan donasi Anda hari ini.

  • Home
  • ABOUT
  • FAQ
  • MAKE A DONATION
  • MEDIA MENTIONS
  • MORE
  • SHARE YOUR STORY
© 2012. All Rights Reserved.