• ABOUT
  • SHARE YOUR STORY
  • FAQ
  • MEDIA MENTIONS
  • MAKE A DONATION
  • PARENTS GUIDE

Logo

Gallery

Navigation
  • ABOUT
  • SHARE YOUR STORY
  • FAQ
  • MEDIA MENTIONS
  • MAKE A DONATION
  • PARENTS GUIDE

Jerry Gobel Mohon Doa Dari Orang-orang Terkasih

By Melela.org | on June 9, 2026 | 0 Comment
Your Story

Semenjak usia praremaja, saya sudah menjalin hubungan dengan tetangga saya. Mungkin kami sama-sama hanya penasaran saja. Kami dua-duanya laki-laki. Kejadiannya hanya sementara dan setelah itu tidak terjadi apa-apa lagi di antara kami.

Saya pun kemudian melanjutkan perjalanan hidup saya sebagai anak sekolah Indonesia kebanyakan: main bola voli, bulu tangkis, bahkan pacaran dengan perempuan.

Namun, hubungan saya dengan perempuan tidak pernah serius. Entah kenapa, saya merasa tidak cocok dengan hubungan jenis ini. Rasanya ada yang salah.

Mungkin kami sama-sama hanya penasaran saja. Kami dua-duanya laki-laki.

Sama seperti teman-teman sebaya saya pada masa itu, saya pun mengoleksi video dewasa. Namun, ragam koleksi yang saya nikmati mungkin sedikit lebih beragam. Ada yang perempuan sama laki-laki, dan ada juga yang laki-laki sama laki-laki.

Kebanyakan videonya berasal dari Jepang dan Amerika. Namun, kalau boleh memilih, saya lebih menyukai produksi Amerika. Lebih frontal, lebih sat set, lebih sesuai dengan apa yang saya cari. Bukan berarti produksi Jepang tidak bagus. Dunia menghormati Jepang karena konsepnya. Begitu juga jika menyoal film biru.

Suatu ketika mama menelepon.

Saya masih ingat momen itu. Tidak ada angin, tidak ada hujan. Awalnya saya pikir itu hanya telepon biasa dari orang tua kepada anaknya; seperti menanyakan kabar, mengingatkan makan, atau hal-hal sederhana lainnya yang sering dilakukan seorang ibu.

Ternyata bukan.

Mama menemukan koleksi majalah dan video dewasa saya.

Jujur saja, jantung saya mulai berdebar lebih kencang. Ada perasaan takut, kaget, malu, dan panik bercampur jadi satu. Rasanya seperti seorang murid yang tiba-tiba dipanggil ke ruang kepala sekolah tanpa tahu apa kesalahannya.

Dunia menghormati Jepang karena konsepnya. Begitu juga jika menyoal film biru.

Di kepala saya saat itu bermunculan berbagai kemungkinan. Saya membayangkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan muncul. Saya membayangkan percakapan yang selama bertahun-tahun tidak pernah saya bayangkan harus terjadi dengan orang tua saya.

Dan ternyata dugaan saya benar.

Saat itu mama menyampaikan bahwa papa mengetahui koleksi pribadi yang saya miliki. Padahal semua koleksi itu sudah saya simpan rapi di kamar . Ada video, ada pula novel. Karena di koleksi saya ada tokoh laki-laki sama laki-laki, mama bertanya, “Jerry homo ya?”

Saya terdiam beberapa saat. Bukan karena saya tidak tahu jawabannya. Justru karena saya tahu jawabannya.

Di detik-detik itulah berbagai pilihan muncul di kepala saya. Saya bisa saja berbohong. Saya bisa menyangkal. Saya bisa tertawa dan mengatakan bahwa itu milik teman. Saya bisa mengarang cerita apa saja agar percakapan itu segera selesai.

Mungkin mama akan percaya.

Mungkin juga tidak.

Tetapi saya tahu satu hal: kalau saya berbohong, kebohongan itu tidak akan berhenti pada hari itu saja. Saya harus terus mengingatnya, menjaganya, dan mengulanginya berkali-kali di masa depan. Saya tidak mau hidup seperti itu.

Saat itu saya menjawab, “Iya.”

Sesederhana itu. Satu kata yang mungkin hanya terdiri dari tiga huruf, tetapi bagi saya saat itu terasa jauh lebih berat daripada pidato panjang.

Namun mama bertanya saat saya sudah lebih dewasa; saat saya sudah tahu siapa jati diri saya.

Saya juga merasa, sampai kapan saya ingin merahasiakan hubungan saya?

Sampai kapan saya harus menyembunyikan bagian penting dari diri saya sendiri kepada orang-orang yang saya sayangi?

Di detik-detik itulah berbagai pilihan muncul di kepala saya. Saya bisa saja berbohong. 

Berbohong kepada orang yang saya sayang tidak pernah ada di kamus hidup saya.

Menurut saya, kalau ada satu hal yang saya pelajari dari perjalanan hidup ini, kejujuran mungkin memang tidak selalu membuat hidup menjadi lebih mudah. Kadang justru membuat kita harus menghadapi percakapan-percakapan yang paling menegangkan. Akhirnya, ayah saya mengatakan “Bagaimana pun, kamu anak kami.”

Kejujuran membuat kita bisa hidup lebih tenang. Kita tidak perlu terus bersembunyi, kita tidak perlu terus berpura-pura menjadi orang lain—dan saya percaya—kejujuran serta komunikasi adalah dua hal yang menyelamatkan banyak hubungan dalam hidup saya.

Termasuk hubungan yang saya jalani sekarang.

Saat ini saya sedang menjalani hubungan dengan seorang warga negara Australia. Hubungan kami sudah berjalan selama 10 tahun. Kalau ada yang bertanya kepada saya waktu masih remaja dulu apakah saya membayangkan akan sampai pada titik ini, mungkin saya akan tertawa.

Sebagai anak Indonesia biasa, saya tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari saya akan membangun kehidupan bersama seseorang dari belahan dunia yang berbeda.

Namun, hubungan saya dengan perempuan tidak pernah serius. Entah kenapa, saya merasa tidak cocok dengan hubungan jenis ini.

Perbedaan bahasa, budaya, kebiasaan, bahkan cara memandang hidup sering kali dianggap sebagai hambatan. Namun, dalam hubungan kami, perbedaan-perbedaan itu justru menjadi hal yang membuat kami terus belajar satu sama lain.

Dalam hubungan manusia, gay atau bukan, sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar.

Dalam sepuluh tahun, ada banyak perubahan yang terjadi dalam hidup kami berdua. Ada masa-masa yang mudah dan ada masa-masa yang sulit. Ada hari-hari penuh tawa dan ada juga hari-hari yang menguji kesabaran. Namun sampai hari ini kami masih memilih satu sama lain.

Perbedaan bahasa, budaya, kebiasaan, bahkan cara memandang hidup sering kali dianggap sebagai hambatan.

Bagi saya, itulah makna sebuah hubungan. Bukan tentang siapa yang paling sempurna. Bukan tentang kisah cinta yang tanpa masalah. Melainkan tentang dua orang yang terus memutuskan untuk berjalan bersama meskipun kehidupan terus berubah.

Melalui tulisan ini, saya hanya ingin doa restu dari semua orang yang menyayangi saya, LGBT atau bukan.

Pada akhirnya, seperti pasangan-pasangan lainnya, yang kami cari bukanlah kesempurnaan. Kami hanya ingin hidup dengan tenang, saling menjaga, saling mencintai, dan membangun masa depan bersama.

Semoga orang-orang yang saya sayangi bisa ikut berbahagia melihat kebahagiaan yang hari ini saya rasakan.


Jerry Gobel lahir di Jakarta 25 November 1981. Setelah lulus dari Universitas Trisakti jurusan Arsitektur, dia menamatkan pendidikan Magister di Deakin University, Victoria, Australia jurusan komunikasi marketing. Pria berbintang Sagitarius ini sedang ingin meneruskan pendidikannya di bidang fisioterapi. Sapa Jerry di akun instagram @jeandrego.

Share this story:
  • tweet

Tags: coming outgayJerry GobelLGBTloveMinoritas

Recent Posts

  • Christine Evans Menolak Mereka yang Berbeda Dimarginalkan

    December 16, 2025 - 0 Comment
  • Ichwan Thoha Sempat Berpikir Bunuh Diri

    August 10, 2024 - 0 Comment
  • Strategi Pertemanan Arifaldi Dasril

    July 4, 2024 - 0 Comment

Related Posts

  • Boyan Jilian Jalani Hubungan Asmara 10 Tahun

    June 28, 2022 - 0 Comment
  • Pentingnya Komunitas LGBTIQ bagi Anggun Pradesha

    June 24, 2022 - 0 Comment
  • Kisah Wirakrisna Menghadapi Tantangan Zaman

    May 28, 2021 - 0 Comment

Author Description

Melela.org memberikan wadah pada insan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) dan non-LGBT untuk berbagi cerita, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat akan kelompok minoritas LGBT di Indonesia. Melela.org juga memiliki laman panduan orangtua yang menjawab pertanyaan awal ketika mengetahui anaknya berbeda. Halaman PARENTS GUIDE dapat ditemuka di beranda melela.org.

No Responses to “Jerry Gobel Mohon Doa Dari Orang-orang Terkasih”

Leave a Reply Cancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*
*

  • Populer
  • Terbaru
  • Pujian
  • Pemahaman Seksualitas yang Tepat Banyak Membantu Dimas ketika Melela

    December 8, 2015 - 20 Comments
  • Goenawan Mohamad: Catatan Seorang Ayah

    November 22, 2013 - 15 Comments
  • Kisah Melela Budi, Perwakilan Indonesia di Mr. Gay World 2017

    May 2, 2017 - 13 Comments
  • Hendri Yulius tentang, “The Art of Failure”

    November 25, 2015 - 11 Comments
  • Dr. Ryu Hasan, Sp.BS Ingin Semua Manusia Bahagia Menjadi Diri Sendiri

    February 13, 2014 - 10 Comments
  • Kisah Khrisna Siddharta

    March 15, 2014 - 9 Comments
  • Nurjanah, “LGBT Menyelamatkan Pendidikanku”

    February 4, 2016 - 6 Comments
  • Kunci Kebahagiaan dalam Hidup Tegar Ramadan

    January 2, 2016 - 4 Comments
  • Langkah Wisesa Mengejar Mimpi

    March 1, 2015 - 4 Comments
  • Mudahnya Kejujuran À La Paramita Mohamad

    November 15, 2013 - 3 Comments
  • Christine Evans Menolak Mereka yang Berbeda Dimarginalkan

    December 16, 2025 - 0 Comment
  • Ichwan Thoha Sempat Berpikir Bunuh Diri

    August 10, 2024 - 0 Comment
  • Strategi Pertemanan Arifaldi Dasril

    July 4, 2024 - 0 Comment
  • Angela Ienes Mandiri Sejak Kecil

    December 7, 2023 - 2 Comments
  • Kisah Cinta Pertama Denny dan Memaafkan Keluarga

    October 30, 2023 - 0 Comment
  • Memahami Gender

    August 3, 2023 - 0 Comment
  • Masa Depan Anak

    August 3, 2023 - 0 Comment
  • Menyikapi Kehidupan Pribadi Anak

    August 3, 2023 - 0 Comment
  • Reaksi Pertama Orangtua

    August 3, 2023 - 0 Comment
  • Ketika Anak Melela

    August 3, 2023 - 0 Comment
  • Langkah Wisesa Mengejar Mimpi

    […] – Belum lama ini, aku menemukan tulisanku yang dimuat...
    March 13, 2026 - Hanya Ingin Bertahan - SuaraKita
  • Angela Ienes Mandiri Sejak Kecil

    Saya minta tolong perbanyak kisah dari sudut pandang...
    February 26, 2024 - L
  • Angela Ienes Mandiri Sejak Kecil

    Mamii orang yang strong dan penuh kebaikan miss u mami
    December 7, 2023 - Jia
  • ABOUT

    […] website Melela.org, kata melela digunakan penulis Pramoedya...
    October 11, 2023 - [Artikel] Mengenal Istilah Melela, Berbeda dari Coming Out? - SuaraKita
  • Mudahnya Kejujuran À La Paramita Mohamad

    Kami juga senang kisah yang kami terbitkan membuat Janis senang...
    August 4, 2023 - Melela.org

Archives

Artikel Populer

  • Pemahaman Seksualitas yang Tepat Banyak Membantu Dimas ketika Melela

    December 8, 2015 - 20 Comments
  • Goenawan Mohamad: Catatan Seorang Ayah

    November 22, 2013 - 15 Comments
  • Kisah Melela Budi, Perwakilan Indonesia di Mr. Gay World 2017

    May 2, 2017 - 13 Comments
  • Hendri Yulius tentang, “The Art of Failure”

    November 25, 2015 - 11 Comments
  • Dr. Ryu Hasan, Sp.BS Ingin Semua Manusia Bahagia Menjadi Diri Sendiri

    February 13, 2014 - 10 Comments

Kisah Terbaru

  • Jerry Gobel Mohon Doa Dari Orang-orang Terkasih June 9, 2026
  • Christine Evans Menolak Mereka yang Berbeda Dimarginalkan December 16, 2025
  • Ichwan Thoha Sempat Berpikir Bunuh Diri August 10, 2024
  • Strategi Pertemanan Arifaldi Dasril July 4, 2024
  • Angela Ienes Mandiri Sejak Kecil December 7, 2023

Archives

MAKE A DONATION

Dukungan Anda penting untuk memastikan kelangsungan berjalannya situs melela.org. Semakin bertambahnya cerita yang dikirimkan dan dimuat dalam melela.org, semakin besar pula biaya yang dibutuhkan untuk memastikan website ini tetap dapat diakses. Melela.org bergantung pada donasi yang diberikan pihak pribadi maupun institusi.

Berikan donasi Anda hari ini.

  • Home
  • ABOUT
  • ACUAN PARTISIPASI
  • FAQ
  • MAKE A DONATION
  • MEDIA MENTIONS
  • PARENTS GUIDE
  • SHARE YOUR STORY
© 2012. All Rights Reserved.